Kamus · Bab 4 dari 9

Bab 4. SEO & Website

14 istilah dalam bab ini · Bagian 1: Kamus Digital Marketing
Bab ini membahas istilah teknis seputar optimasi website dan mesin pencari, dari elemen dasar seperti Meta Title hingga konsep lanjutan seperti Core Web Vitals. Istilah-istilah ini sering muncul saat berdiskusi dengan tim developer atau SEO specialist.
39
Meta Title

Judul halaman website yang muncul di tab browser dan sebagai judul biru yang bisa diklik pada hasil pencarian Google.

Seperti judul buku di rak toko. Sebelum orang membaca isinya, judul inilah yang pertama kali menarik perhatian dan membuat mereka memutuskan mengambil buku itu atau tidak.

Meta Title yang terlalu panjang akan terpotong di hasil pencarian Google (sekitar 60 karakter), sehingga pesan utama sebaiknya diletakkan di bagian awal.

Sebuah artikel blog diberi Meta Title "Cara Membuat Landing Page yang Efektif untuk Pemula", jelas menggambarkan isi artikel dan mengandung kata kunci yang relevan.

40
Meta Description

Ringkasan singkat sebuah halaman website yang muncul di bawah Meta Title pada hasil pencarian Google, berfungsi memberi gambaran isi halaman sebelum diklik.

Seperti sinopsis di sampul belakang buku, memberi cukup informasi untuk membuat calon pembaca tertarik membuka isinya, tanpa membocorkan semuanya.

Meskipun tidak berpengaruh langsung terhadap ranking SEO, Meta Description yang menarik bisa meningkatkan CTR karena memengaruhi keputusan pengguna untuk mengklik.

Sebuah halaman produk diberi Meta Description "Temukan sepatu lari terbaik dengan bantalan ekstra, cocok untuk pelari pemula. Gratis ongkir ke seluruh Indonesia."

41
Alt Text

Teks deskripsi singkat yang disematkan pada gambar di website, berfungsi menjelaskan isi gambar untuk mesin pencari maupun pengguna dengan keterbatasan penglihatan.

Seperti keterangan yang dibacakan seseorang kepada temannya yang tidak bisa melihat foto, menjelaskan apa yang ada di dalam gambar tersebut dengan kata-kata.

Alt Text sebaiknya deskriptif dan alami, bukan sekadar menumpuk kata kunci berulang-ulang, karena fungsi utamanya adalah aksesibilitas bagi pembaca layar (screen reader).

Sebuah gambar produk sepatu diberi Alt Text "sepatu lari warna hitam dengan sol putih tampak samping", bukan sekadar "sepatu-sepatu-sepatu-murah".

42
Sitemap

Daftar terstruktur berisi seluruh halaman penting dalam sebuah website, digunakan untuk membantu mesin pencari memahami struktur dan menemukan semua halaman yang ada.

Seperti denah gedung yang diberikan kepada petugas keamanan baru, memudahkan mereka menjelajahi setiap ruangan tanpa tersesat atau melewatkan area penting.

Sitemap tidak menjamin semua halaman langsung terindeks Google, tapi sangat membantu proses crawling menjadi lebih efisien, terutama untuk website besar.

Sebuah website toko online mengirimkan file sitemap.xml ke Google Search Console agar seluruh halaman kategori dan produk lebih cepat ditemukan dan diindeks.

43
Redirect 301

Pengalihan permanen dari satu alamat URL ke URL lain, memberi tahu mesin pencari dan pengguna bahwa halaman lama sudah pindah secara tetap ke lokasi baru.

Seperti papan penunjuk "Toko sudah pindah ke alamat baru" yang dipasang di lokasi lama, mengarahkan siapa pun yang datang ke tempat yang benar tanpa mereka tersesat.

Redirect 301 penting dilakukan setiap kali mengubah struktur URL website, karena tanpa redirect yang benar, pengunjung dan mesin pencari akan menemukan halaman error 404.

Sebuah website mengganti URL artikel dari "/blog/tips-1" menjadi "/blog/tips-digital-marketing", lalu memasang redirect 301 agar pengunjung tetap otomatis diarahkan.

44
Page Speed

Kecepatan sebuah halaman website dimuat sepenuhnya saat diakses oleh pengguna, biasanya diukur dalam hitungan detik.

Seperti antrean di kasir. Semakin cepat dilayani, semakin besar kemungkinan pelanggan bertahan, sementara antrean yang terlalu lama membuat orang memilih pergi ke tempat lain.

Page Speed yang lambat tidak hanya berdampak pada pengalaman pengguna, tapi juga menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan Google dalam menentukan ranking.

Sebuah website mengompres ukuran gambar produk agar halaman kategori bisa dimuat dalam waktu kurang dari 3 detik, dibanding sebelumnya lebih dari 8 detik.

45
Core Web Vitals

Sekumpulan metrik resmi dari Google yang mengukur pengalaman pengguna di sebuah halaman website, mencakup kecepatan muat, interaktivitas, dan kestabilan tampilan visual.

Seperti rapor kesehatan sebuah website, bukan hanya menilai satu aspek saja, tapi kombinasi beberapa indikator yang bersama-sama menentukan seberapa baik pengalaman pengguna.

Core Web Vitals menjadi salah satu faktor ranking SEO resmi Google, sehingga website dengan skor buruk berpotensi kalah bersaing di hasil pencarian meski kontennya berkualitas.

Sebuah tim developer memperbaiki elemen yang tiba-tiba bergeser saat halaman dimuat agar skor Core Web Vitals website mereka meningkat.

46
Mobile-First Indexing

Pendekatan Google yang menggunakan versi mobile sebuah website sebagai acuan utama untuk menentukan ranking dan indeks pencarian, bukan lagi versi desktop.

Seperti penilai restoran yang sekarang menilai berdasarkan pengalaman pesan-antar, bukan lagi pengalaman makan langsung di tempat, karena mayoritas orang kini memesan lewat aplikasi.

Sebuah website yang tampilan mobile-nya kurang optimal (meski versi desktopnya bagus) akan dirugikan dalam hal SEO, karena Google menilai berdasarkan pengalaman mobile lebih dulu.

Sebuah bisnis memastikan seluruh konten penting tetap lengkap dan mudah diakses saat website dibuka lewat ponsel, bukan hanya rapi di layar komputer.

47
Long-tail Keyword

Kata kunci yang lebih panjang dan spesifik, biasanya terdiri dari tiga kata atau lebih, dengan volume pencarian lebih rendah namun persaingan yang juga lebih rendah.

Seperti mencari alamat lengkap dengan nama jalan dan nomor rumah, dibanding hanya menyebut nama kota. Lebih spesifik, tapi hasilnya jauh lebih tepat sasaran.

Meski volume pencarian Long-tail Keyword lebih kecil, biasanya audiens yang mencarinya punya niat yang lebih jelas, sehingga tingkat konversinya justru sering lebih tinggi.

Alih-alih menargetkan kata kunci umum "sepatu lari", sebuah brand menargetkan long-tail keyword "sepatu lari untuk pemula dengan telapak kaki datar".

48
Anchor Text

Teks yang bisa diklik dalam sebuah link, biasanya berwarna berbeda atau bergaris bawah, menjadi penghubung menuju halaman lain.

Seperti nama jalan pada papan penunjuk arah. Bukan sekadar tanda "klik di sini", tapi memberi petunjuk jelas ke mana arah yang dituju.

Anchor Text yang deskriptif dan relevan (misalnya "panduan lengkap SEO") lebih baik untuk SEO dan pengalaman pengguna dibanding anchor text generik seperti "klik di sini".

Sebuah artikel menautkan kalimat "pelajari cara membuat konten SEO yang efektif" ke artikel lain, di mana teks yang bisa diklik itulah yang disebut anchor text.

49
Internal Linking

Praktik menautkan satu halaman website ke halaman lain dalam website yang sama, membantu pengunjung dan mesin pencari menjelajahi konten terkait.

Seperti rambu penunjuk arah di dalam sebuah mal yang mengarahkan pengunjung dari satu toko ke toko lain yang relevan, membuat mereka menjelajah lebih jauh.

Internal Linking yang baik menggunakan anchor text relevan dan menautkan ke halaman yang benar-benar berkaitan, bukan asal menautkan sebanyak mungkin.

Sebuah artikel tentang "Cara Membuat Content Plan" menautkan ke artikel lain berjudul "Pengertian Content Pillar" di bagian yang relevan.

50
SERP (Search Engine Results Page)

Halaman hasil yang ditampilkan mesin pencari setelah pengguna mengetikkan kata kunci pencarian, berisi daftar link, iklan, dan berbagai elemen lain.

Seperti rak pajangan toko yang tersusun berdasarkan tingkat relevansi dengan permintaan pembeli, barang yang paling sesuai diletakkan paling depan.

SERP kini bisa mencakup iklan, featured snippet, peta lokasi, dan gambar, semua bersaing memperebutkan perhatian meski sebuah website sudah berada di posisi atas.

Ketika seseorang mencari "resep nasi goreng", SERP yang muncul bisa berisi campuran artikel resep, video YouTube, dan gambar.

51
Featured Snippet

Kotak ringkasan jawaban yang ditampilkan Google di posisi paling atas hasil pencarian, sebelum daftar link biasa, biasanya menjawab langsung pertanyaan pengguna.

Seperti jawaban singkat yang langsung diberikan resepsionis sebelum pengunjung sempat bertanya ke bagian lain, cepat, langsung ke inti.

Mendapatkan Featured Snippet biasanya membutuhkan konten yang menjawab pertanyaan secara jelas dan terstruktur, bukan sekadar berada di ranking pertama biasa.

Saat seseorang mencari "cara membuat kopi tubruk", Google menampilkan kotak berisi langkah-langkah singkat di posisi teratas.

52
Local SEO

Strategi optimasi website dan profil bisnis agar lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan yang mencari produk atau jasa di area geografis tertentu.

Seperti memasang papan nama toko yang jelas terlihat dari jalan utama di lingkungan sekitar, memastikan orang-orang di sekitar tahu keberadaan toko tersebut.

Local SEO sangat bergantung pada kelengkapan dan konsistensi data bisnis di berbagai platform, terutama Google Business Profile.

Sebuah bengkel motor melengkapi profil Google Business Profile-nya dengan alamat, jam operasional, dan foto lokasi, sehingga muncul saat orang di sekitar mencari "bengkel motor terdekat".