Bab 7. Email, CRM & Automation
Rangkaian email yang dikirim secara otomatis dan bertahap dalam urutan serta jeda waktu tertentu kepada penerima, biasanya dipicu oleh suatu tindakan awal.
Seperti tetesan air infus yang mengalir perlahan dan konsisten, bukan disiram sekaligus dalam jumlah besar.
Drip Campaign yang efektif perlu mempertimbangkan jeda waktu antar email dengan cermat, terlalu rapat bisa terasa mengganggu, terlalu jarang membuat penerima lupa konteks.
Seseorang yang baru mendaftar kursus online menerima lima email berurutan selama dua minggu, dari sambutan hingga penawaran kelas lanjutan.
Email yang terkirim secara otomatis karena dipicu oleh tindakan spesifik yang dilakukan pengguna, seperti mendaftar, mengunduh sesuatu, atau meninggalkan keranjang belanja.
Seperti bel yang otomatis berbunyi begitu pintu dibuka, responsnya langsung muncul begitu tindakan tertentu terjadi.
Trigger Email berbeda dari Drip Campaign karena sifatnya lebih spontan dan berdiri sendiri, sementara Drip Campaign adalah rangkaian bertahap yang sudah dijadwalkan.
Begitu seseorang mengunduh e-book gratis, sistem otomatis mengirim Trigger Email berisi tautan unduhan dalam hitungan detik.
Email otomatis yang dikirim sebagai respons langsung terhadap sebuah transaksi atau tindakan penting pengguna, berisi informasi yang dibutuhkan terkait tindakan tersebut.
Seperti struk belanja yang diberikan setelah membayar di kasir, isinya bersifat informasi penting terkait transaksi.
Transactional Email umumnya memiliki Open Rate jauh lebih tinggi dibanding email promosi biasa, karena penerima memang menunggu dan membutuhkan informasi tersebut.
Setelah menyelesaikan pembelian, pelanggan menerima email berisi rincian pesanan, nomor invoice, dan estimasi waktu pengiriman.
Proses konfirmasi dua langkah saat seseorang mendaftar ke daftar email, di mana setelah mengisi form, mereka harus mengklik link konfirmasi di email yang dikirimkan.
Seperti menekan tombol "kirim" pada formulir, lalu diminta menekan tombol "yakin?" sekali lagi untuk memastikan itu benar-benar keinginan orang tersebut.
Double Opt-in memang mengurangi jumlah pendaftar dibanding Single Opt-in, tapi kualitas data yang dihasilkan jauh lebih valid dan mengurangi risiko masuk folder spam.
Setelah mengisi form berlangganan, seseorang menerima email berisi tombol "Konfirmasi Langganan" sebelum resmi terdaftar.
Persentase penerima email yang memilih berhenti berlangganan setelah menerima sebuah email atau campaign tertentu.
Seperti menghitung berapa banyak orang yang memilih keluar dari sebuah grup setelah satu pesan tertentu dikirim.
Unsubscribe Rate yang tiba-tiba melonjak pada satu campaign tertentu biasanya menandakan ada masalah spesifik, seperti frekuensi pengiriman yang berlebihan.
Sebuah brand melihat Unsubscribe Rate meningkat tajam setelah mengirim tiga email promosi dalam satu hari yang sama.
Kemampuan sebuah email untuk berhasil sampai ke kotak masuk utama penerima, bukan tersangkut di folder spam atau gagal terkirim sama sekali.
Seperti surat yang dikirim lewat pos, tetap ada kemungkinan surat itu salah alamat, tercecer, atau dianggap mencurigakan.
Email Deliverability dipengaruhi banyak faktor teknis dan kualitas daftar penerima, mengirim ke banyak alamat tidak aktif bisa menurunkan reputasi pengirim.
Sebuah bisnis rutin membersihkan daftar emailnya dari alamat yang tidak pernah membuka email selama enam bulan.
Judul atau baris utama sebuah email yang muncul pertama kali di kotak masuk penerima sebelum email tersebut dibuka.
Seperti judul berita di halaman depan koran, menjadi penentu pertama apakah seseorang tertarik membaca lebih jauh.
Subject Line yang terkesan seperti clickbait atau menggunakan kata-kata terkait spam berisiko membuat email masuk folder spam.
Sebuah brand menguji dua Subject Line berbeda, "Diskon 50% Hari Ini" dan "Kamu Ketinggalan Promo Ini?".
Cuplikan teks singkat yang muncul di kotak masuk tepat setelah Subject Line, biasanya diambil dari kalimat pertama isi email atau diatur secara manual.
Seperti kalimat pembuka berita yang dicetak lebih kecil di bawah judul utama, memberi sedikit bocoran tambahan.
Preheader Text yang dibiarkan default adalah kesempatan yang terbuang, karena bagian ini bisa dimanfaatkan untuk memperkuat pesan di Subject Line.
Sebuah email dengan Subject Line "Diskon 50% Hari Ini" dilengkapi Preheader Text "Berlaku sampai tengah malam, jangan sampai terlewat".
Praktik rutin membersihkan daftar kontak email dari alamat yang tidak aktif, tidak valid, atau tidak pernah berinteraksi, untuk menjaga kualitas keseluruhan daftar.
Seperti membersihkan lemari secara berkala dari barang yang sudah tidak terpakai.
List Hygiene yang diabaikan dalam jangka panjang bisa berdampak buruk pada Email Deliverability secara keseluruhan.
Sebuah bisnis menghapus kontak yang tidak pernah membuka email sama sekali selama satu tahun penuh dari daftar kirimnya.
Rangkaian komunikasi khusus yang ditujukan untuk menarik kembali pelanggan atau penerima email yang sudah lama tidak aktif atau tidak melakukan transaksi.
Seperti menghubungi kembali teman lama yang sudah lama tidak berkabar.
Win-back Campaign biasanya lebih efektif jika disertai insentif konkret dan pesan yang personal, dibanding sekadar mengirim ulang promosi generik.
Sebuah brand mengirim email khusus kepada pelanggan yang tidak pernah bertransaksi lagi selama enam bulan, dengan subjek "Kami Merindukanmu".
Program otomatis yang dirancang untuk berkomunikasi dengan pengguna melalui percakapan teks, biasanya digunakan untuk menjawab pertanyaan umum atau membantu proses awal layanan pelanggan.
Seperti resepsionis yang selalu siap menyambut di depan pintu kapan saja, menjawab pertanyaan dasar dengan cepat.
Chatbot yang tidak mampu mengenali kapan sebuah pertanyaan sudah di luar kemampuannya justru bisa membuat frustrasi pengguna.
Sebuah toko online memasang Chatbot untuk menjawab pertanyaan umum, sementara pertanyaan kompleks diarahkan ke tim customer service.